February 24, 2006

Jalan Keluar Menyiasati Kerumunan Iklan

Sumber: Kompas | 10 Mei 2005

Tiap hari pemirsa disuguhi sekitar 9.000 spot iklan di berbagai stasiun televisi. Agar lebih mengena, kenapa tidak buat sinetron saja seperti merek Roma?

Sekali-kali tanyalah ke pemasang iklan kenapa memilih media televisi untuk beriklan. Satu jawaban yang pasti, media tersebut memiliki jangkauan paling luas. Coba tanya kembali, efektifkah? Jawabannya tentu bisa ya, bisa juga tidak. Efektif, karena seperti alasan di atas bisa menjangkau semua lapisan. Tapi, bagaimana jika tiap hari pemirsa televisi disuguhi ribuan spot iklan dari ratusan merek? Barangkali hanya sedikit yang nyangkut di benak mereka. Belum lagi, tiap kali break, pemirsa lebih suka switch ke stasiun TV lain untuk mengintip acara berbeda. Bisa-bisa, dana yang digelontorkan menguap percuma tanpa hasil.

Fenomena seperti inilah yang menjadi renungan produsen biskuit Roma untuk beriklan di televisi. “Kebayang nggak, berapa stasiun televisi yang ada? Berapa spot iklan sehari? Bayangkan, konsumen dibombardir 9.000 spot sehari. Kalau kita hanya menjadi paritas, maka akan termakan oleh zaman,” kata Yanty Melianty, Marketing Manager Biscuit, PT Mayora Indah Tbk.

Benar juga. Ketimbang cuma mengandalkan iklan spot, kenapa tidak langsung saja diangkat ke sinetron. Yang pasti, kalau dikemas dalam bentuk cerita sinetron, tidak perlu lagi khawatir direcoki atau bersaing dengan iklan lain yang jumlahnya membludak itu. Dengan kemasan sinetron, pemirsa pun bukan melihat iklan, melainkan melihat tontonan. Atas dasar pemikiran itulah, PT Mayora memproduksi sinetron Semua Suka Roma (S2R). Sebuah judul yang langsung mengingatkan pemirsa kepada merek biskuit Roma.

Menurut Yanty, alur cerita dan karakter para talent S2R disesuaikan dengan value merek. Dalam hal ini, kisahnya berfokus pada seorang calon ibu yang cerdas, matang dan peduli lingkungan—sesuai dengan karakter merek Roma yang keibuan. Sebagai sinetron yang mengusung sebuah merek, seluruh produksi melibatkan sang produsen. Mulai dari naskah cerita, kostum pemain, dan pemilihan talent, pihak Roma ikut terlibat. Boleh jadi, PT Mayora harus ketat, karena sinetron ini mengusung nama besar brand Roma. Salah sedikit saja bisa menjadi blunder.

Sang tokoh utama, Ine Dewi, yang memerankan tokoh Roma diplot sebagai figur yang bisa membawakan persepsi merek Roma, yaitu seorang gadis yang smart (mahasiswi) dan mature. Sinetron ini juga didukung oleh Tukul Arwana (Pak Roma) dan Yurike Prastika (Ibu Romi) dan Asri (Romi). Lalu, kenapa berjudul Semua Suka Roma? Alasannya, si pemeran utama berkarakter sopan, tulus dan baik. Dengan kata lain, produsen ingin menciptakan persepsi “hero” di masyarakat lewat peran Roma dalam sinetron tersebut sesuai dengan karakter merek Roma. “Hero itu tidak mesti perang mnelawan korupsi. Berlaku jujur, baik mampu menasihati pun sudah hero,” papar Yanty.

Brand Investment
Menurut Yanty, sebagai orang marketing, dia dituntut melakukan terobosan dalam aktivitas brand investment yang punya nilai dan sejalan dengan brand dan corporate culture. Pilihan itu kemudian jatuh ke dalam bentuk sinetron. “Kami kan orang marketing tentu doing bisnis. Kami enggak mungkin membuat sesuatu yang bukan untuk tujuan brand dan tujuan penjualan. Ujung-ujungnya adalah sebuah brand investment, tapi yang punya value dan sejalan dengan brand dan corporate culture ya. Kami enggak mau bikin sesuatu yang merugikan masyarakat,” katanya.

Sebagai produsen yang punya komitmen terhadap pilihan tontonan, sambung Yanty, pihaknya merasa prihatin dengan sejumlah sajian televisi. Rata-rata, pemasang iklan lebih melihat rating untuk memasang iklan. Sementara, rating tertinggi rata-rata ada pada tontonan yang kurang edukatif seperti cerita jahat, kriminal dan misteri. Makanya, format S2R dibuat dalam bentuk sinetron komedi situasi. Tujuannya agar bisa ditonton semua anggota keluarga

Ide pembuatan sinetron ini bermula dari keinginan membangun merek Roma tidak melalui iklan. Artek n Partners yang menjadi mitra PT Mayora Indah diminta untuk mencari alternatif. Ketika digodok, yang juga melibatkan PH milik Jeremy Thomas, muncul gagasan dalam bentuk sinetron.

Sebelum sampai ke bentuk yang sekarang, papar Yanty, sempat muncul ide untuk membuat Warung Roma Warung Gosip. Tapi, gagasan ini mental karena tidak mendidik. PT Mayora ingin hiburan yang educated dan sopan. Lahirlah sinetron Semua Suka Roma.

Saat ini, produksi sinetron tersebut sudah lima episode dari 13 episode dan ditayangkan setiap Sabtu pukul 17.00 WIB si SCTV. Maunya, pihak Mayora ditayangkan pas prime time sekitar pukul 18.30. Hanya saja tidak dapat slot. Meski begitu, menurut pengakuan Yanty, rating S2R sudah mencapai angka 3.

Berapa bujet yang digelontorkan untuk membuat sinetron tersebut? Yanty enggan menyebutkan angkanya. Yang pasti memang sangat besar. Sebagai tayangan yang mengusung sebuah merek, konsep produknya pun ke SCTV bukan jualan. Tetapi, PT Mayora bisa meyakinkan SCTV, sinetron itu punya memiliki nilai jual. Karenanya, kerja sama dengan pihak stasiun televisi dibuat dalam bentuk semi blocking.

Setidaknya, sinetron ini tidak hanya akan membentuk relationship dan loyal customer. Lebih jauh, dapat pula membangun “advocator customer”. Kalau sudah begitu, pelanggan menjadi pembela terdepan sekaligus juru bicara merek secara suka rela. Rekomendasi pelanggan ini adalah alat promosi yang amat efektif dan ampuh dalam mempengaruhi pelanggan prospek. Maka tidak berlebihan jika Yanty berharap S2R bisa menciptakan loyalitas konsumen terhadap merek Roma.

Tapi, asal tahu saja, Roma bukanlah produk pertama mengangkat merek dalam bentuk sinetron. Sebelumnya, ada Sampoerna Hijau yang juga diangkat ke layar kaca oleh Karnos Film lewat lima personel Geng Hijau yang lucu dan unik.(Tajwini Jahari & Miranda Hutagalung, Majalah Marketing)


Posted by JC at 18:41:36 | Permanent Link | Comments (0) |

Nama Membawa Hoki

Sumber: SCTV | 05 Juni 2005
   
FAKTOR fisik ternyata tak berpengaruh banyak bagi kesuksesan artis. Ini setidaknya diakui sejumlah pelawak, seperti Tukul Arwana, Tessy, Ulfa Dwiyanti, Eko Patrio, dan Komeng. Mereka mengaku bisa bertahan di dunia lawak berkat ide yang selalu segar dan hoki.

Untuk urusan keberuntungan, Tessy dan Tukul mengaku kariernya menanjak tajam setelah berganti nama. Bukan nama kebarat-baratan yang dipakai kedua pelawak itu. Namun nama terkesan kampungan bin norak. Tukul yang bernama asli Rianto mengubah nama menjadi Tukul Arwana. Sementara Kabul Basuki mengambil nama anaknya, Tessy. "Arwana kan nama ikan hoki," kata pemeran Pak Roma dalam sinetron berjudul Semua Suka Roma.

Tak jauh berbeda dengan kedua pelawak di atas adalah Komeng. Tak banyak orang yang tahu jika pelawak yang mempopulerkan kata "uhui" ini bernama Alfiansyah. Dasar pelawak, saat ditanya serius pun tak terlepas dari becanda. Ketika ditanya soal kiatnya bisa tenar, pelawak yang melejit lewat acara Spontan ini berkata, "Komeng hadir di setiap stasiun televisi. Sampai-sampai tetangga saya nongkrongin di Stasiun Gambir, engga ada saya." (Yn-050605)

Kembali ke Jojon Center 

Posted by JC at 18:39:02 | Permanent Link | Comments (0) |

February 11, 2006

Komedi Tengah Malam

Sumber: nebulacross | 4 Januari 2006

Komedi tengah malam adalah sebuah komedi yang memiliki segment pasar yaitu para kalangan menengah kebawah yang sudah sumpek dan juga penat dilanda perih getihnya kehidupan. Komedi ini Dipandu oleh Tukul Arwana seorang komedian yang biasa kita lihat dilayar kaca.

Setelah Tukul membacakan narasinya maka ceritapun dimulai. Komedi ini menceritakan antara lain kisah kehidupan warga sub-urban yang penuh lika-liku , adegan perselingkuhan, humor-humor menjurus yang berujung pada ranjang .Acara ini dihiasi oleh para artis artis papan tengah ( kasarnya mah artis yang aktingnya gak bagus tapi buat aktrisnya asal punya body yang oke dan paras cantik boleh ikut)dan juga aktor komedi yang sudah jarang kita lihat lagi wajahnya.
Kalo yang gw liat sih komedi ini 90 % memperlihatkan lekuk tubuh wanita 9 % humor mmaksa 0.5 % action 0.5 % moral ngasal .. hehehe....

soundtracknya diisi dengan lagu cucak rowo yang sudah diremix secara apik oleh tim kreatifnya sehingga menjadi lagu komedi tengah malam..
kompetitornya yaitu acara KOmedi NAKal di trans TV juga gak jauh beda ama KTM ini mungkin kalo komedi nakal lebih suka menampilkan om-om senang yang haus akan belaian wanita...
Kalo kata gw kenapa gak sekalian bikin sinetron bokep aja nanggung !!!!! heheh ciaoww
posted by [XxXzaest] @

Kembali ke Jojon Center
Posted by JC at 15:54:17 | Permanent Link | Comments (4) |

December 25, 2005

Taman Mini Akan Catatkan Tiga Rekor MURI

Sumber: Tempointeraktif.com | 30 Desember 2005 | 13:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan mencatatkan tiga rekor ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) pada perayaan tahun baru 2006. Ketiga rekor dimaksud adalah joged, menabuh kendang dan memainkan musik terlama dan terkuat, serta pembuatan terompet terpanjang.

Ketiga kegiatan tadi akan dimulai Sabtu (31/12) pagi 2005 dan berakhir Minggu (1/1) sore 2006. “Mereka akan melakukannya selama kurang lebih 33 jam,” kata Kepala Hubungan Masyarakat TMII, Markus Legimin, kepada Tempo, Jumat (30/12).

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di lokasi panggung utama perayaan tahun baru 2006 di Tugu Api Pancasila. Peserta joged adalah para pengunjung yang datang dan 10 grup yang akan berlaga.

Menurut Markus, kegiatan di atas merupakan bagian dari perayaan tahun baru di TMII. Beberapa kegiatan lainnya sudah disiapkan. Pada malam tahun baru ada kolaborasi si 'Raja Dangdut' Rhoma Irama dengan penyanyi dangdut ibu kota seperti Ike Nurjanah dan Dewi Persik. Selain itu juga akan tampil para jawara dangdut dari Kondang In. “Nanti yang menjadi MC-nya Tukul Arwana,” ujar Markus.

Sebagai perayaan puncak, TMII menyiapkan sekitar 100 buah kembang api ledak yang akan diluncurkan tepat pada pukul 00.00 1 Januari 2006. Muchamad Nafi

Kembali ke Jojon Center

Posted by JC at 16:00:39 | Permanent Link | Comments (0) |

November 22, 2005

Tragedi Super Bowls ala Trans TV

Sumber: Kapanlagi.com

Masih ingat dengan kejadian yang menimpa Janet Jackson dan Justin Timberlake, dalam pentas bersama di stadion Super Bowls beberapa tahun lalu, kini kejadian itu terulang kembali di studio Trans TV. Kalau pada tragedi Super Bowls payudara Janet Jackson yang menyembul keluar tak sengaja akibat adegan kareografi Justin, namun di Trans TV seorang figuran bernama Anna mengalami nasib yang sama akibat ulah tak sengaja komedian Tessy.

Pada tayangan paket acara andalan Ketawa Spesial ala Trans TV yang ditayangkan langsung pada Kamis (10/11) malam, menghadirkan kisah plesetan Jaka Tarub dengan para bintang pelawak Tukul Arwana, Tessy dan Mamiek Prakoso.

Saat adegan Tessy, Nia Ramadhani dan seorang figuran bernama Anna memerankan bidadari, menunggu kain selendangnya dicuri Jaka Tarub yang diperankan Tukul Arwana, saat itulah awal kecelakaan itu terjadi. Untungnya dengan sigap kamera mengarah pada objek lain yang diikuti langkah cepat merapikan oleh si empunya.

Tessy memang tak sengaja menyenggol dada Anna. Sialnya memang posisi Anna setengah duduk dengan tidak begitu enjoy, akibatnya sedikit spilt dan kebennya tertarik. Dan payudara kirinya sesaat menjadi tontonan publik.

Akibat kejadian itu, sesaat suasana sedikit kaku terutama dialami oleh Anna, namun karena 'keahlian' para komedian acara itu dapat berlangsung sampai selesai.

Sementara pihak Trans TV menyayangkan ‘kecelakaan’ tersebut, dan segera menggelar rapat evaluasi atas kecelakaan yang terjadi pada tayangan spesialnnya itu. (kl/dar)

Kembali ke Jojon Center
Posted by JC at 15:11:38 | Permanent Link | Comments (0) |

November 16, 2005

Tesy Komentari Kemben Melorot:

Sumber: Warkot | Rabu, 16 November 2005


KASUS kemben yang dipakai artis Teffana Dewi saat tampil di Trans TV semakin hangat. Di berbagai situs, kini beredar adegan singkat bagaimana Teffana harus kembali mengangkat kembennya yang melorot karena tersenggol pelawak Tesy alias Kabul di acara Ketawa ala Trans TV beberapa waktu lalu.

Acara ini ditayangkan pada Kamis 10 November pekan lalu, dengan cerita lawakan Jaka Tarub. Dalam adegan ini terdapat empat pemain, yakni Tesy, Tukul Arwana, Nia Ramadhani, selain Ana, panggilan Taffana Dewi. Kemben Ana melorot setelah tersenggol punggung Tesy. Ana baru mengangkat kembali kembennya setelah Nia memberikan sinyal.

Tesy yang dihubungi semalam tak mau berkomentar banyak. "Jarno ae geger (Biarkan saja geger). Awakmu ojo takon aku (Jangan tanya kepada saya). Tanya ke Trans TV saja," kata Tesy singkat.

Sementara pelawak Tukul Arwana justru mengaku tidak tahu dengan adegan tersebut.
Ia yang dihubungi Selasa (16/11) mengatakan tak ’ngeh’ dengan peristiwa di
atas panggung itu. Insiden kemben Ana yang melorot baru diketahui setelah
acara selesai.

"Jujur saja, Mas. Saat itu saya nggak ’ngeh’ karena waktu itu sedang meleng. Justru saya diledeki oleh teman-teman, katanya ada rezeki kok justru ndak tahu. ’Tumben-tumben Mas Tukul ndak tahu’," katanya menirukan komentar-komentar sejumlah kru acara.

Peristiwa itu disikapi Tukul dengan biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Setelah kejadian itu pun tidak ada pembicaraan mengenai peristiwa itu. "Kan artis-artis biasanya langsung pada pulang," ujarnya.

Insiden kemben melorot ini tampaknya ulangan insiden yang sama. Beberapa waktu lalu insiden serupa juga menimpa acara musik dangdut yang disiarkan SCTV secara langsung. Kemben berwarna merah menyala yang dipakai sang penyanyi, Dewi Persik, melorot sehingga sebagian payudaranya terlihat.

Saat itu Dewi Persik tengah bernyanyi diiringi sejumlah penari latar yang kesemuanya menggunakan kemben. Dalam goyangan dangdut, Dewi Persik mengangkat kedua tangannya dan mengoyangkan bahu serta lengannya turun naik dengan penuh semangat.

Malangnya, ketika bahu dan lengannya digoyang, kemben mulai melorot sehingga sebagian payudara terlihat. Saat lengan kirinya terangkat lebih tinggi, kemben yang dipakainya lebih melorot lagi dan payudaranya semakin terlihat.

Trans TV menyayangkan "kecelakaan" tersebut. "Masalah itu masih dalam pembicaraan manajemen. Seperti apa tindakan selanjutnya, manajemen masih membahasnya secara internal," jelas Koordinator Humas Trans TV Ichwan Murni beberapa waktu lalu.

Pasca-insiden, manajemen langsung saja menggelar pertemuan untuk melakukan evaluasi peristiwa itu, mengapa bisa terjadi dan bagaiamana antisipasi ke depan agar hal serupa tidak lagi terjadi. Namun, kata Ichwan, upaya permohonan maaf kepada publik belum diputuskan karena menunggu pembahasan internal.

Diakui Ichwan, kejadian itu tergolong fatal. Hanya saja, itu tentunya bukan sesuatu yang disengaja untuk mendongkrak rating. "Ini murni kecelakaan," tegasnya. (Persda/tat)

Kembali ke Jojon Center
Posted by JC at 15:34:08 | Permanent Link | Comments (2) |

November 15, 2005

Oktober Seru di TV7

Sumber: Tabloid Nova | Oktober 2005

Menjelang bulan Ramadhan, TV 7 menghadirkan program-program khusus untuk menemani para pemirsa saat menjalankan ibadah puasa. Acara tersebut antara lain, Bal-Balan yang dipandu oleh Rico Ceper. Program ini ditayangkan setiap pukul 17.00 ini mengemas permainan bola menjadi lebih menarik.

Selain itu, ada pula liputan seputar kegiatan masyarakat selama Ramadhan yang bertajuk Salamun Ya Ramadhan. Sementara Dorce Gamalama, Doyok, dan Tukul Arwana akan mengiringi pemirsa TV 7 menjalankan ibadah sahur mulai pukul 03.00 dalam program acara Salam Sahur.

Di samping mempresentasikan program acara Ramadhan yang hadir di bulan Oktober ini, dalam jumpa pers yang digelar di News Cafe Kuningan, Rabu (8/10) lalu, TV 7 juga meluncurkan program games Fotoplay dan Do itDo ityang masing-masing dipandu oleh Ferdy Hasan dan Nico Siahaan. Mulai tanggal 19 Oktober 2003 juga akan dihadirkan Deddy Corbuzier lewat acara Mentalis In Action. Sinetron Jumirah Ke Hollywood akan tayang mulai 24 Oktober 2003 setiap Jumat, jam 20.00-21.00.

Kembali ke Jojon Center
Posted by JC at 16:42:15 | Permanent Link | Comments (0) |

October 15, 2005

Mereka yang Baru Populer

Sumber: Minggu Pagi | Sabtu, 15 Oktober 2005.

Komeng Tolak Sahur Biar Penonton Tak Jenuh

DIHUBUNGI lewat telepon, pelawak Komeng mengaku pada bulan Ramadan ini ia menolak tawaran acara sahur. Alasannya, biar penonton tak jenuh.

Padahal sampai Lebaran ia ditinggal isteri, anak dan pembantunya mudik ke Malang Jawa Timur. Walhasil Komeng home alone di Jakarta. "Lebaran mungkin saya di rumah nenek. Kalau mau makan tinggal panggil tukang bakso" katanya.

Ngapain nggak ikut mudik? Kan sudah ngurangin job di teve?

Figur Publik ini pernah merasa seperti topeng monyet. "Tahun 2000 saya benar-benar kayak topeng monyet. Sepulang Salat Id saya diikutin anak-anak kecil sampai puluhan jumlahnya. Wah, repot banget deh. Mending saya istirahat di rumah sendiri, makan tidur dan jalan-jalan" ujar Komeng.

Hampir tiap hari "Uhuy" ini menyempatkan diri kumpul di basecamp bersama kelompok Cagur. "Saat puasa begini ada aturan di basecamp. Di antara kami nggak boleh saling menghina, bohong atau usil. Kalau melanggar didenda Rp 5000. Uangnya dimasukkan kotak, baru dibuka saat Lebaran untuk disumbangkan ke tempat ibadah terdekat" katanya.

Ngumpul banyak dong, kan yang namanya pelawak sulit untuk tidak usil? Hehehe...

Berusaha Tetap Waras Aming Belum Beli Mobil

TARIF Aming sekarang Rp 25 juta di luar Extravaganza. "Untuk ukuran mahasiswa, ini lebih dari cukup" kata pelawak yang masih kuliah di Jurusan Desain, FSRD ITB itu. "Duitku udah cukup buat beli mobil, tapi aku masih berusaha untuk tidak schock culture. Berusaha untuk tetap waras deh. Jadi aku milih untuk nggak mau takabur dulu. Belajar untuk tetap rendah hati. Setiap orang kan punya potensi untuk jadi sombong?"

Aming Supriatna Sugandhi mengaku masih hobi naik angkot. "Tapi aku mulai nggak berani jalan sendiri" lanjut pelawak kondang kelahiran Jakarta, 7 November 1980 itu. Takut dicubitin cewek, atau malah dijawil-jawil cowok, Ming?

Dikutuk LSM Wanita Narji Suka Ngelaba?

DI PANGGUNG dagelan, beberapa pelawak dinilai suka mengambil keuntungan dari bintang tamu perempuan. Salah satunya Narji Cagur. Pendagel ini pernah dikutuk LSM wanita karena kebiasaannya ngelaba itu.

"Kalau Narji melakukan itu, karena dunia semakin tidak keruan" katanya, lalu kalimat itu berlanjut tidak serius, dan memang keseharian Narji --kata teman-temannya-- sukanya ngocol tidak keruan. Di kamar rias pun ia melucu.

"Nggak tau ya, kenapa mulut jadi seperti ini" kata mahasiswa UNJ (dulu IKIP Jakarta) yang bersama grup lawaknya, Cagur atau Calon Guru merintis karir dari panggung lomba, pernah Juara III Lomba Humor ala Mahasiswa gelaran RCTI dan Juara II Lomba Humor Indonesia 2002.

"Melawak itu tidak gampang. Yang paling sulit adalah mencari tema yang pas. Karena itu, kemampuan kita mengendus karakter penonton, sangat menentukan," katanyal. Kali ini terdengar serius.

Tessy yang Dikangeni Tapi Kadang Juga Diemohi

INI contoh lain pelawak yang suka memanfaatkan kesempatan di panggung. Sering ditepuknya pinggul cewek teman mainnya, tak jarang pula ia menyakiti sesama pelawak misalnya dengan mencubit atau mendorong sungguhan. Maka Kabul Basuki alias Tessy sering disingkiri artis terutama bintang tamu perempuan. Di beberapa milis, banyak yang menyayangkan tindakan Tessy ketika berada di atas pentas.

"Yaa, itu kan hanya di panggung, biar lawakannya lucu. Tidak ada maksud apa-apa kok" kata suami Sri handayani yang bapak empat anak itu.

Tiga tahun jadi anggota KKO, 1961-63, Tessy lalu ambyur ke dunia lawak dan namanya mencuat bersama Srimulat di tahun 80-an. Padahal ia ndagel sejak 1964 gabung sandiwara keliling Kintamani, Ribut Rawit dan Lokaria, sebelum akhirnya mantap di Srimulat mulai 1979. "Saya bersyukur, dari melawak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Termasuk menyekolahkan anak. Saya bangga. Artinya, profesi yang saya pilih tidak salah," tandas pria kelahiran 15 Juni 1942, yang hampir semua jari tangannya dipenuhi akik, "ada yang dikasih Gubernur, ada yang dikasih tukang bakso" katanya sambil ketawa.

Tukul Arwana Survive Hidup Itu dari Bawah

TERMASUK menonjol belakangan ini, adalah pelawak asal Semarang Tukul Arwana. Lejitannya mungkin akibat serial syur tayangan TV swasta di mana Tukul menjadi naratornya. Apa resep moncer menurut pria bernama asli Riyanta itu?

"Mau belajar," jawab Tukul yang mengakui Jakarta adalah gudang pelawak top, tapi berat sekali hidup di kota besar itu. "Jika tidak mampu survive, pasti akan tergilas" katanya. "Tapi ada hikmahnya juga hidup dari bawah. Kesusahan menjadikan kita terpacu"

Karena survive maka Tukul sering over mood sehingga muncul penilaian bahwa ia pelawak yang suka menjatuhkan kawan mainnya di panggung?

"Ih, kejam banget tuduhan itu. Kita kan sama-sama cari makan. Kalau aku aktif, itu karena diriku ini orang yang kreatif", katanya semi bercanda.

Ia pernah bikin Plesetan Pantun untuk MP. Ketika mengirim naskah itu, pendagel dengan potongan rambut seperti kotak amal ini gojegan, "Golekke job to. Mengko tak wenehi persenan. Tinimbang golek wong liyo, aku wae. Aku siap tampil habis-habisan. Hehehe...."

Kembali ke Jojon Center
Posted by JC at 15:21:50 | Permanent Link | Comments (0) |

July 12, 2005

Peserta Touring Suzuki Meluber

Sumber: RADAR BALI | Selasa, 12 Juli 2005
Peserta Touring Suzuki Meluber

DENPASAR-Fantastis! Kegiatan Bayangkara-Suzuki Tour 2005 yang digelar bersama Polda Bali-PT CSBI berkenaan HUT Bayangkara ke-49 kali ini sukses besar. Peserta membludak. Dari target 8000 peserta, realisasinya sebesar 8192 peserta dengan 5875 unit motor. Jumlah itu belum termasuk peserta pelengkap dari keluarga besar Suzuki sekitar 1000-an orang.

Nuansa tersebut memang sudah terasa di gerbang masuk kebun raya. Dari situ, arus lalulintas macet total. Tidak tanggung-tanggung kemacetan hingga sekitar satu jam.

"Saya tidak menyangka. Animo masyarakat begitu besar mengikuti kegiatan touring kali ini. Saya benar-benar senang hari ini,"ujar Arnawa, ketua panitia penyelenggara dari PT CSBI.

Selain target terpenuhi, yang lebih membahagiaan Arnawa beserta semua tim panitia pelaksana, touring kali ini sekaligus tercatat di Museum Rekor Indonesia sebagai peristiwa touring dengan peserta terbanyak.

Direktur Utama PT CSBI, C Wirawan Hadi yang dihubungi di sela-sela kegiatan tersebut juga menampakkan wajah sumringah.

"Terus terang, saya benar-benar puas dengan kegiatan touring hari ini. Tidak hanya soal banyaknya peserta, MC-nya Tukul Arwana juga mampu membuat suasana menjadi hidup,"ujar Wirawan Hadi.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, touring Suzuki kali ini dilangsungkan di Kebun Raya Bedugul, Minggu, 10 Juli 2005. Acara yang dimarakkan oleh group musik Bintang Akbar dengan artis Dewi Persik dan MC Tukul Arwana dibantu Ayu Saraswati dihadiri sejumlah undangan diantaranya Wakapolda Bali, dari Top One, Hamidi dari dari Indomobil Niaga International, Simon dari Indomobil Finance, Nyoman Tisna dari Bringin Indotama Finance, dan beberapa undangan lainnya.

Lebih lanjut Wirawan Hadi, walau kini sudah masuk MURI, tahun depan pihaknya menargetkan 10 ribu peserta.(mm)

Kembali ke Jojon Center
Posted by JC at 17:00:27 | Permanent Link | Comments (0) |

January 12, 2005

SERAH-TERIMA KAPOLRES SLEMAN DIIRINGI KERETA KRATON YOGYAKARTA

Sumber: Surabaya Web | 12 Januari 2005


Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Sudirman dalam amanatnya antara lain mengatakan, karakteristik potensi gangguan Kamtibmas dan tindak kriminalitas di wilayah Sleman cukup kompleks, karena berbagai faktor. "Di antaranya karena banyaknya perguruan tinggi, hingga banyak warga yang berstatus mahasiswa pendatang dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda," kata Brigjen Pol Drs Sudirman.

Di samping itu, tambahnya, juga karena mobilitas warga yang relatif dinamis dan letak wilayah yang berbatasan dengan kota Yogyakarta. Semua itu, kata Kapolda DIY, selain mempengaruhi pola hidup warga, juga menyimpan potensi terjadinya gangguan Kamtibmas dan kecelakaan lalulintas.

Meski demikian, lanjut Kapolda, selama 2 tahun terakhir ini angka kriminalitas di Sleman berhasil ditekan. "Semuanya itu berkat usaha keras segenap anggota Polres Sleman yang dibantu warga masyarakat dan instansi terkait lainnya. Dengan demikian, situasi Kamtibmas di Sleman tetap mantap dan terkendali," tandas Kapolda DIY.

Sehubungan dengan itu, Kapolda DIY menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kinerja, prestasi dan kerjasama yang baik kepada AKBP Drs H Sigit Sudarmanto SH MM. Sedangkan kepada pejabat baru AKBP Drs Moechgiyarto diharapkan segera dapat menyesuaikan dan meneruskan visi misi yang baik tugas Kepolisian di Polres Sleman, sehingga mampu memenuhi harapan dari masyarakat.

Pejabat baru AKBP Drs Moechgiyarto adalah putra kelahiran Padang, Sumatera Barat, namun dibesarkan di Purbalingga, Jateng. Ia lulusan Akpol tahun 1986, yang kemudian ditugaskan di Malang, Jatim. Masuk PTIK tahun 1992, dan tahun 1994 sampai 1998 bertugas di Dirserse Mabes Polri. Lulusan Sempin angkatan ke-34 tahun 1998 yang seangkatan dengan Sigit Sudarmanto ini juga tercatat sebagai lulusan terbaik. Ia kemudian bertugas sebagai Kabag Tindak Pidana Korporasi di Polda Jateng dan terakhir menjabat Kapolres Pemalang.

Usai acara serahterima jabatan tersebut dilanjutkan dengan pisah sambut yang dimeriahkan dengan hiburan para artis penyanyi maupun pelawak dari Jakarta. Di antaranya Obby Messakh, Imam S Arifin, Sam D’Loyd, Tarzan, Tukul Arwana dan Marwoto Kawer. Acara dilanjutkan dengan tradisi pelepasan pejabat Kapolres, yakni pedang pora dan pelepasan dengan kereta koleksi Kraton Yogyakarta yang ditarik sejumlah perwira.***

Kembali ke Jojon Center
Posted by JC at 17:13:54 | Permanent Link | Comments (0) |