Tesy Komentari Kemben Melorot:
Sumber: Warkot | Rabu, 16 November 2005
KASUS kemben yang dipakai artis Teffana Dewi saat tampil di Trans TV semakin hangat. Di berbagai situs, kini beredar adegan singkat bagaimana Teffana harus kembali mengangkat kembennya yang melorot karena tersenggol pelawak Tesy alias Kabul di acara Ketawa ala Trans TV beberapa waktu lalu.
Acara ini ditayangkan pada Kamis 10 November pekan lalu, dengan cerita lawakan Jaka Tarub. Dalam adegan ini terdapat empat pemain, yakni Tesy, Tukul Arwana, Nia Ramadhani, selain Ana, panggilan Taffana Dewi. Kemben Ana melorot setelah tersenggol punggung Tesy. Ana baru mengangkat kembali kembennya setelah Nia memberikan sinyal.
Tesy yang dihubungi semalam tak mau berkomentar banyak. "Jarno ae geger (Biarkan saja geger). Awakmu ojo takon aku (Jangan tanya kepada saya). Tanya ke Trans TV saja," kata Tesy singkat.
Sementara pelawak Tukul Arwana justru mengaku tidak tahu dengan adegan tersebut.
Ia yang dihubungi Selasa (16/11) mengatakan tak ’ngeh’ dengan peristiwa di
atas panggung itu. Insiden kemben Ana yang melorot baru diketahui setelah
acara selesai.
"Jujur saja, Mas. Saat itu saya nggak ’ngeh’ karena waktu itu sedang meleng. Justru saya diledeki oleh teman-teman, katanya ada rezeki kok justru ndak tahu. ’Tumben-tumben Mas Tukul ndak tahu’," katanya menirukan komentar-komentar sejumlah kru acara.
Peristiwa itu disikapi Tukul dengan biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Setelah kejadian itu pun tidak ada pembicaraan mengenai peristiwa itu. "Kan artis-artis biasanya langsung pada pulang," ujarnya.
Insiden kemben melorot ini tampaknya ulangan insiden yang sama. Beberapa waktu lalu insiden serupa juga menimpa acara musik dangdut yang disiarkan SCTV secara langsung. Kemben berwarna merah menyala yang dipakai sang penyanyi, Dewi Persik, melorot sehingga sebagian payudaranya terlihat.
Saat itu Dewi Persik tengah bernyanyi diiringi sejumlah penari latar yang kesemuanya menggunakan kemben. Dalam goyangan dangdut, Dewi Persik mengangkat kedua tangannya dan mengoyangkan bahu serta lengannya turun naik dengan penuh semangat.
Malangnya, ketika bahu dan lengannya digoyang, kemben mulai melorot sehingga sebagian payudara terlihat. Saat lengan kirinya terangkat lebih tinggi, kemben yang dipakainya lebih melorot lagi dan payudaranya semakin terlihat.
Trans TV menyayangkan "kecelakaan" tersebut. "Masalah itu masih dalam pembicaraan manajemen. Seperti apa tindakan selanjutnya, manajemen masih membahasnya secara internal," jelas Koordinator Humas Trans TV Ichwan Murni beberapa waktu lalu.
Pasca-insiden, manajemen langsung saja menggelar pertemuan untuk melakukan evaluasi peristiwa itu, mengapa bisa terjadi dan bagaiamana antisipasi ke depan agar hal serupa tidak lagi terjadi. Namun, kata Ichwan, upaya permohonan maaf kepada publik belum diputuskan karena menunggu pembahasan internal.
Diakui Ichwan, kejadian itu tergolong fatal. Hanya saja, itu tentunya bukan sesuatu yang disengaja untuk mendongkrak rating. "Ini murni kecelakaan," tegasnya. (Persda/tat)
Kembali ke Jojon Center
KASUS kemben yang dipakai artis Teffana Dewi saat tampil di Trans TV semakin hangat. Di berbagai situs, kini beredar adegan singkat bagaimana Teffana harus kembali mengangkat kembennya yang melorot karena tersenggol pelawak Tesy alias Kabul di acara Ketawa ala Trans TV beberapa waktu lalu.
Acara ini ditayangkan pada Kamis 10 November pekan lalu, dengan cerita lawakan Jaka Tarub. Dalam adegan ini terdapat empat pemain, yakni Tesy, Tukul Arwana, Nia Ramadhani, selain Ana, panggilan Taffana Dewi. Kemben Ana melorot setelah tersenggol punggung Tesy. Ana baru mengangkat kembali kembennya setelah Nia memberikan sinyal.
Tesy yang dihubungi semalam tak mau berkomentar banyak. "Jarno ae geger (Biarkan saja geger). Awakmu ojo takon aku (Jangan tanya kepada saya). Tanya ke Trans TV saja," kata Tesy singkat.
Sementara pelawak Tukul Arwana justru mengaku tidak tahu dengan adegan tersebut.
Ia yang dihubungi Selasa (16/11) mengatakan tak ’ngeh’ dengan peristiwa di
atas panggung itu. Insiden kemben Ana yang melorot baru diketahui setelah
acara selesai.
"Jujur saja, Mas. Saat itu saya nggak ’ngeh’ karena waktu itu sedang meleng. Justru saya diledeki oleh teman-teman, katanya ada rezeki kok justru ndak tahu. ’Tumben-tumben Mas Tukul ndak tahu’," katanya menirukan komentar-komentar sejumlah kru acara.
Peristiwa itu disikapi Tukul dengan biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Setelah kejadian itu pun tidak ada pembicaraan mengenai peristiwa itu. "Kan artis-artis biasanya langsung pada pulang," ujarnya.
Insiden kemben melorot ini tampaknya ulangan insiden yang sama. Beberapa waktu lalu insiden serupa juga menimpa acara musik dangdut yang disiarkan SCTV secara langsung. Kemben berwarna merah menyala yang dipakai sang penyanyi, Dewi Persik, melorot sehingga sebagian payudaranya terlihat.
Saat itu Dewi Persik tengah bernyanyi diiringi sejumlah penari latar yang kesemuanya menggunakan kemben. Dalam goyangan dangdut, Dewi Persik mengangkat kedua tangannya dan mengoyangkan bahu serta lengannya turun naik dengan penuh semangat.
Malangnya, ketika bahu dan lengannya digoyang, kemben mulai melorot sehingga sebagian payudara terlihat. Saat lengan kirinya terangkat lebih tinggi, kemben yang dipakainya lebih melorot lagi dan payudaranya semakin terlihat.
Trans TV menyayangkan "kecelakaan" tersebut. "Masalah itu masih dalam pembicaraan manajemen. Seperti apa tindakan selanjutnya, manajemen masih membahasnya secara internal," jelas Koordinator Humas Trans TV Ichwan Murni beberapa waktu lalu.
Pasca-insiden, manajemen langsung saja menggelar pertemuan untuk melakukan evaluasi peristiwa itu, mengapa bisa terjadi dan bagaiamana antisipasi ke depan agar hal serupa tidak lagi terjadi. Namun, kata Ichwan, upaya permohonan maaf kepada publik belum diputuskan karena menunggu pembahasan internal.
Diakui Ichwan, kejadian itu tergolong fatal. Hanya saja, itu tentunya bukan sesuatu yang disengaja untuk mendongkrak rating. "Ini murni kecelakaan," tegasnya. (Persda/tat)
Kembali ke Jojon Center

(Comment this)