Peringatan HLN Ke-59:
Sumber: PLN | September 2004
Siang hari itu, Rabu, 29 September 2004, terik matahari cukup menyengat halaman upacara PLN Kantor Pusat, tempat berlangsungnya aksi Donor Darah Nasional (DDN). Meski kegiatan transfusi darah tersebut sudah dimulai sejak jam sembilan pagi, namun hingga pukul dua siang itu ratusan orang masih antre untuk menyumbangkan darahnya.
Suparni, adalah salah satu diantaranya. Meski udara terasa semakin panas, ia dengan sabar tetap menunggu giliran panggilan petugas transfusi darah. Namun sayang, wanita paruh baya yang rela datang jauh-jauh dari rumahnya di kawasan Bekasi Timur itu, akhirnya harus menerima kekecewaan. Pasalnya, panitia terpaksa menghentikan aksi sosialnya karena kehabisan kantong darah.
Seperti diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT PLN, Muljo Adji yang mengamati langsung pelaksanaan donor sejak pagi, bahwa di Kantor Pusat PT PLN hingga siang itu memang masih banyak calon pendonor yang antre. Namun mereka terpaksa kecewa karena kantong darah yang disiapkan hanya tersedia sesuai yang direncanakan.
“Kami sungguh tak mengira, begitu besar animo pegawai PLN dan masyarakat terhadap kegiatan DDN yang juga dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia ini. Para calon donor begitu membludak,” ujar Muljo Adji.
Para petugas transfusi dari PMI yang bertugas di Kantor PLN Pusat siang itu memang begitu kewalahan melayani para pendonor. Menurut Muljo, mereka sama sekali tidak sempat beristirahat. Bahkan saat makan siang yang baru bisa disediakan setelah pukul 13.30, itupun terpaksa mereka santap dengan tergesa-gesa. “Bagaimana bisa tenang, para petugas itu dikelilingi terus oleh calon pendonor yang tidak sabar menyumbangkan darahnya,” ujar Pak Sekper, salah seorang yang paling sibuk selama pelaksanaan rangkaian kegiatan HLN ke-59 kali ini.
***
Ulang tahun memang tidak selalu identik dengan pesta dan hura-hura. Paling tidak itulah yang ingin coba ditunjukkan PT PLN dalam memperingati Hari Listrik Nasional - 27 Oktober 1945, yang sekaligus juga sebagai hari ulang tahunnya PLN yang ke-59 tahun ini.
Seperti juga tahun-tahun sebelumnya, peringatan HLN kali ini memang diwarnai dengan berbagai kegiatan olah raga, seminar, konvensi, maupun pemberian penghargaan bagi perorangan ataupun Unit yang mempunyai kontribusi terbaik bagi perusahaan. Namun yang nampak paling menonjol dari rangkaian peringatan HLN tahun ini adalah adanya berbagai kegiatan sosial yang benar-benar langsung menjangkau masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.
Direktur Utama PLN Eddie Widiono, mengaku merasa gembira dan sekaligus terharu, karena ternyata rangkaian kegiatan HLN tahun ini benar-benar dapat menyentuh nurani dan jiwa sosial kita untuk peduli kepada sesama. “Kegiatan ini sungguh merupakan cerminan dari tata nilai anggota Perusahaan,” begitu ucap Eddie pada acara Malam Ramah Tamah HLN Ke-59 yang berlangsung di Auditorium PLN Kantor Pusat, 12 Oktober lalu.
Dalam memperingati HLN tahun ini, cukup banyak kegiatan sosial yang mengapresiasikan kepedulian PLN. Tidak hanya kegiatan donor darah, PLN Pusat juga menggelar aksi perkawinan massal, bantuan kepada anak-anak yatim, panti-panti jompo, khitanan massal, operasi katarak, sampai dengan kegiatan berbagi kasih dengan anak-anak jalanan.
Perkawinan massal yang digelar di sebuah panti sosial di kawasan Bekasi, pada 6 Oktober 2004, berhasil menikahkan secara resmi 59 pasangan. Aksi sosial yang bertajuk “PLN Mantu” ini memang bertujuan untuk membantu mereka yang karena keterbatasannya, selama ini mereka hidup layaknya sebagai suami-istri namun belum ada ikatan secara resmi yang dituangkan dalam akte nikah.
Aksi kemanusiaan juga dilakukan pada sejumlah panti jompo yang ada di DKI Jakarta. Diantaranya, kunjungan dan penyerahan berbagai macam bantuan itu ditujukan ke Panti Jompo Budi Mulia II di Cengkareng, Jakarta Barat pada 23 September silam, Panti Jompo Budi Mulia III berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur pada 28 September 2004, dan Panti Jompo IV di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 30 September 2004.
Bantuan yang diserahkan langsung oleh Persatuan Ibu-Ibu (PI) PT PLN kepada masing-masing panti jompo tersebut berupa barang-barang yang menjadi kebutuhan vital para penghuni panti, seperti karbol, pempers, sembako, pewangi pakaian, pasta gigi, dan sabun mandi. Selain itu diberikan pula bantuan berupa 40 kasur busa kepada Panti Jompo Budi Mulia III dan bantuan berupa perbaikan 2 unit WC juga dilakukan di Panti Jompo Budi Mulia II.
Menurut Tri Muljantini, koordinator kegiatan bantuan panti jompo, lewat kegiatan sosial ini PT PLN memang bermaksud membagi kasih kepada mereka yang kurang beruntung. Para penghuni panti tersebut adalah orang tua tuna wisma yang tidak memiliki keluarga atau sanak saudara. “Tiga panti jompo yang dikelola Pemda DKI ini anggarannya sangat tidak memadai. Karena itulah perhatian dan partisipasi masyarakat tentu akan sangat membantu kelangsungan operasional panti,” ujarnya.
Tri juga mengatakan, lewat kegiatan tersebut PT PLN juga bermaksud membagi keceriaan dan kegembiraan kepada para jompo. Itulah sebabnya dalam setiap kunjungan diiringi dengan hiburan berupa permainan organ tunggal, sehingga mereka bisa bergembira, bernyanyi dan menari bersama.
Rekor Fenomenal
Yang patut dibanggakan warga PLN pada peringatan HLN tahun ini adalah keberhasilan dalam penyelenggaraan Donar Darah Nasional, sebuah aksi sosial yang mampu menghimpun sebanyak 53.369 pendonor yang menyumbangkan 13,3 juta cc darah. Kegiatan DDN yang dilaksanakan sporadis selama 6 jam pada 19 September di seluruh PLN beserta Unit-Unit dan diikuti oleh keluarga besar PLN beserta mitra kerjanya itu bahkan telah tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).
Piagam Rekor MURI yang dicapai oleh PLN dalam kegiatan DDN tersebut secara resmi telah diserahkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang didampingi Paulus dari MURI, kepada Dirut PLN Eddie Widiono pada acara Malam Ramah Tamah HLN di Auditorium PLN Kantor Pusat.
Menurut Eddie Widiono, pencapaian rekor MURI ini sebenarnya bukanlah target utama. Kegiatan donor darah ini dimaksudkan untuk mewujudkan kepedulian PLN atas penderitaan sesama umat manusia. “Itulah tujuan utama kami. Kalaupun ternyata jumlah pendonor mampu menyerahkan rekor nasional yang sudah ada, saya kira itu atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, kerja keras teman-teman panitia di seluruh Indonesia dan dukungan PMI dan pihak lainnya,” ujarnya.
Berdasarkan catatan MURI, rekor donor darah sebelumnya dipegang PT APAC Inti Corpora dengan jumlah pendonor 4.879. Rekor yang tercipta pada September 2003 itu dicapai dalam waktu 7 jam. Namun rekor hanya bertahan sebulan, sebab pada Oktober 2003 Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mengungguli dengan jumlah 4.884 pendonor dalam tempo 7 jam.
Dibanding dengan dua rekor sebelumnya tersebut, menurut Sekretaris Perusahaan PT PLN Muljo Adji, prestasi yang dicapai PLN memang jauh lebih fenomenal. “Selain jumlah pendonornya meledak, waktu yang diperlukan pun lebih singkat. Saya tidak tahu apakah prestasi ini bahkan juga pantas untuk dicatat dalam Guinness Book of Record,” ujarnya.
Adji mengatakan, sebetulnya potensi jumlah pendonor dan darah yang disumbangkan bisa jauh melampaui rekor tercipta. Di Kantor Pusat PLN saja, jumlah yang mendaftar mencapai lebih dari 950 pendonor. Namun karena kantong darah yang tersedia hanya 450 buah, terpaksa banyak calon pendonor yang kecewa. Kejadian serupa, menurutnya, juga banyak dialami Unit-Unit di seluruh Indonesia.
Keberhasilan DDN ini memang merupakan keberhasilan dalam memobilisasi seluruh kantor Unit PLN di seluruh Indonesia. Menurut Siswanto Hadiatmo, koordinator DDN, aksi donor darah yang diselenggarakan secara serentak ini dipusatkan di Jakarta, untuk wilayah Indonesia Barat. Sedangkan wilayah Indonesia Tengah dan Timur, masing-masing dipusatkan di Manado/Makasar dan Jayapura.
Lokasi pengambilan darah telah dilaksanakan di semua jajaran PT PLN, mulai dari Ranting, Rayon, Cabang, Area Pelayanan dan Jaringan (APJ), Area Pelayanan Pelanggan (APP), Wilayah, Anak Perusahaan, Proyek Induk, Kantor Pusat, dan unit-unit penunjang lain. Kegiatan donor darah juga dilaksanakan di tempat-tempat publik, seperti mall, lapangan terbuka, dan pusat-pusat keramaian lainnya. Dilaporkan, di Unit-Unit PLN di Jawa Timur telah melibatkan sekitar 5.123 orang yang melakukan donor darahnya kepada PMI Surabaya. Di Jawa Tengah jumlah pendonor mencapai 8.621 orang.
Menurut Siswanto, aksi donor darah ini memang menjadi kegiatan andalan dari rangkaian kegiatan Hari Listrik Nasional. Itulah sebabnya pihaknya telah mengerahkan segala kemampuan yang ada demi suksesnya acara ini. “Kami juga berterima kasih kepada masyarakat umum yang sudah berkenan berpartisipasi dengan mendonorkan darahnya pada kegiatan ini,” tutur Siswanto.
Paulus, perwakilan MURI yang mendampingi Menteri ESDM saat penyerahan piagam rekor MURI mengatakan, aksi kemanusiaan donor darah yang digelar PLN secara nasional ini memang fenomenal. Namun selain itu, menurut Paulus, sebenarnya ada dua kegiatan PLN lainnya yang memiliki catatan prestasi mengagumkan. Pertama adalah kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan PLN di Makasar diikuti oleh sekitar 7 ribu anak. “Saya kira ini bukan saja menjadi rekor nasional, tapi mungkin ini merupakan rekor dunia,” ujar Paulus yang langsung disambut dengan tepuk tangan seluruh hadirin yang mengikuti acara Malam Ramah Tamah tersebut.
Kedua, Paulus juga mengabarkan kegiatan fenomenal lainnya di lingkungan PLN, yaitu dengan berlangsungnya aksi pengumpulan pesan singkat atau komentar dari pelanggan tentang PLN yang ditulis pada sebuah spanduk sepanjang 1 Km. “Aksi yang berlangsung di Cirebon belum lama tersebut, juga luar biasa,” ujarnya lagi.
Terlepas mencatat rekor atau tidak, menurut Eddie Widiono, semua kegiatan sosial dalam rangka peringatan HLN tersebut merupakan wujud dari keinginan warga PLN untuk lebih mengapresiasikan kepeduliannya terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Rasa kepedulian tersebut juga akan kami wujudkan dalam bentuk acara ‘Peduli Kasih’ atas kerjasama dengan Stasiun TV Swasta yang akan ditayangkan pada 24 Oktober mendatang,” ujar Eddie pada Malam Ramah Tamah yang selain dihadiri Menteri ESDM, Sekjen DESM, Dirjen LPE, para Komisaris dan Direksi PLN dan para GM/Pemimpin Unit seluruh Indonesia.
Pada acara yang dimeriahkan sejumlah artis ternama seperti Denada, Roni Sianturi, Tukul Arwana dan Diah Pithaloka tersebut, Purnomo Yusgiantoro menyerahkan penghargaan Menteri ESDM, “Dharma Karya”, kepada 5 Unit Pelayanan PLN terbaik, sementara Eddie Widiono menyerahkan beberapa penghargaan kepada para pemenang lomba untuk umum dan penghargaan untuk pelanggan.
Secara khusus, pada kesempatan itu Eddie Widiono juga menyerahkan sebuah penghargaan istimewa kepada Manajer UPJ Bandung Selatan, Suprapto, atas dedikasi dan loyalitasnya melawan tindak kekerasan. Saat menerima piagam penghargaan tersebut, sebelah tangan Suprapto nampak masih terbalut perban.
Konon Suprapto mendapat serangan brutal dari salah seorang pelanggannya ketika ia menjalankan tugas sehingga jarinya terputus. “Beliau pantas diberi penghargaan, karena meski begitu berat rintangan dan ancaman yang dialami, tetapi demi tugas Pak Suprapto tetap teguh menghadapinya. Sikap inilah yang patut dicontoh oleh kita semua,” ucap Eddie Widion
Kembali ke Jojon Center
