Wednesday, January 12, 2005

SERAH-TERIMA KAPOLRES SLEMAN DIIRINGI KERETA KRATON YOGYAKARTA

Sumber: Surabaya Web | 12 Januari 2005

Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Sudirman dalam amanatnya antara lain mengatakan, karakteristik potensi gangguan Kamtibmas dan tindak kriminalitas di wilayah Sleman cukup kompleks, karena berbagai faktor. “Di antaranya karena banyaknya perguruan tinggi, hingga banyak warga yang berstatus mahasiswa pendatang dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda,” kata Brigjen Pol Drs Sudirman.

Di samping itu, tambahnya, juga karena mobilitas warga yang relatif dinamis dan letak wilayah yang berbatasan dengan kota Yogyakarta. Semua itu, kata Kapolda DIY, selain mempengaruhi pola hidup warga, juga menyimpan potensi terjadinya gangguan Kamtibmas dan kecelakaan lalulintas.

Meski demikian, lanjut Kapolda, selama 2 tahun terakhir ini angka kriminalitas di Sleman berhasil ditekan. “Semuanya itu berkat usaha keras segenap anggota Polres Sleman yang dibantu warga masyarakat dan instansi terkait lainnya. Dengan demikian, situasi Kamtibmas di Sleman tetap mantap dan terkendali,” tandas Kapolda DIY.

Sehubungan dengan itu, Kapolda DIY menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kinerja, prestasi dan kerjasama yang baik kepada AKBP Drs H Sigit Sudarmanto SH MM. Sedangkan kepada pejabat baru AKBP Drs Moechgiyarto diharapkan segera dapat menyesuaikan dan meneruskan visi misi yang baik tugas Kepolisian di Polres Sleman, sehingga mampu memenuhi harapan dari masyarakat.

Pejabat baru AKBP Drs Moechgiyarto adalah putra kelahiran Padang, Sumatera Barat, namun dibesarkan di Purbalingga, Jateng. Ia lulusan Akpol tahun 1986, yang kemudian ditugaskan di Malang, Jatim. Masuk PTIK tahun 1992, dan tahun 1994 sampai 1998 bertugas di Dirserse Mabes Polri. Lulusan Sempin angkatan ke-34 tahun 1998 yang seangkatan dengan Sigit Sudarmanto ini juga tercatat sebagai lulusan terbaik. Ia kemudian bertugas sebagai Kabag Tindak Pidana Korporasi di Polda Jateng dan terakhir menjabat Kapolres Pemalang.

Usai acara serahterima jabatan tersebut dilanjutkan dengan pisah sambut yang dimeriahkan dengan hiburan para artis penyanyi maupun pelawak dari Jakarta. Di antaranya Obby Messakh, Imam S Arifin, Sam D’Loyd, Tarzan, Tukul Arwana dan Marwoto Kawer. Acara dilanjutkan dengan tradisi pelepasan pejabat Kapolres, yakni pedang pora dan pelepasan dengan kereta koleksi Kraton Yogyakarta yang ditarik sejumlah perwira.***

Kembali ke Jojon Center

Posted by JC at 17:13:54 | Permalink | No Comments »

Monday, November 29, 2004

Musik Jenaka dan Goyang Cucu Cahyati

Sumber: Suara Merdeka | Senin, 29 Nopember 2004

YOGYAKARTA - Ribuan penonton yang memadati Pasar Rakyat 76 tampak terhibur menyaksikan penampilan Orkes Musik (OM) Sinten Remen bersama Cucu Cahyati, Tri Utami, Rieke Dyah Pitaloka, Tukul Arwana, dan Butet Kertaredjasa, Sabtu (27/11) malam di Alun-alun Utara Yogyakarta.

Acara tersebut betul-betul menjadi hiburan alternatif bagi wong cilik di Kota Gudeg. Apalagi selama tiga hari pergelaran yang dimotori PT Djarum Kudus menyuguhkan berbagai kesenian, dari kesenian tradisional hingga pentas musik bersama artis-artis ibu kota.

Di seputar panggung hiburan Pasar Rakyat 76 juga digelar stan-stan yang menjual berbagai produk, sehingga suasananya mirip pasar malam yang sering digelar di daerah. Konsep kesenian ini digelar sebagai media hiburan sekaligus ajang promosi.

Pada pergelaran Sabtu (27/11) malam lalu, penyanyi dangdut Cucu Cahyati dan Tri Utami diiringi OM Sinten Remen dengan bintang tamu Eros Sheila On 7 betul-betul menghadirkan hiburan yang menarik di tengah bisingnya suasana kota.

Kemeriahan konser itu makin terasa komplit ketika Butet Kertaredjasa, Rieke Dyah Pitaloka dan Tukul Arwana sebagai moderator tampil komunikatif. Mereka sesekali melontarkan kritik terdahap kebijakan pemerintah maupun sikap mahasiswa yang dinilai tidak pas.

Simpan Kondom

Simak saja ketika Butet menjelaskan kepada Rieke Dyah Pitaloka mengenai Yogyakarta sebagai Kota Pelajar. ”Rieke kalau melihat pelajar di Yogyakarta pasti heran dan kagum, karena di kamar mereka penuh buku-buku pelajaran dan buku literatur. Tetapi jangan heran kalau di sela-sela buku itu juga tersimpan kondom,” kata Butet yang langsung disambut tawa penonton.

Kemeriahan suasana Pasar Rakyat 76 terasa komplit, ketika Tri Utami maupun Cucu Cahyati tampil memikau. Goyangan Cucu Cahyati yang cukup menantang makin menggairahkan ribuan penonton yang memadati acara tersebut. Bahkan, puluhan penonton turut bergoyang mengikuti irama musik Sinten Remen.

Seperti biasanya OM Sinten Remen yang dikomandani Djaduk Ferianto tampil jenaka. Kemeriahan irama musik makin menggairah penonton yang berdesak-desakan maju ke panggung. Namun hal itu tidak sampai menimbulkan masalah, karena mereka hanya ingin bergoyang bersama artis kesayangannya. Pada penghujung acara digelar pesta kembang api. (sgt-63)

Posted by JC at 15:18:32 | Permalink | No Comments »